Pecuk first Lustrum (2004-2009)

***Awal penetasan***

Pada awalnya kegiatan pengamatan burung di Biologi ITS adalah seputar kegiatan praktikum ekologi dan dilakukan 1 kali/tahun, atau ada beberapa mahasiswa yang melakukan pengamatan pada saat mengerjakan proyel AMDAL dari Dosen, belum ada keterkaitan dengan kegiatan organisasi kemahasiswaan. Kemudian pada awal tahun 2004, saat kepenguruan Triono Bagus S., HImaProdiBITS mendapat undangan untuk mengikuti Bali Bird watching Race 2004. Meninjau kegiatan praktikum yang pernah dilakukan, asumsi para senior terdahulu kita akan dapat bersaing dalam lomba tersebut, pengumuman untuk menjadi calon delegasi langsung di pasang, lalu diseleksi dalam latihan dan beberapa kali pengamatan di Pertambakan Wonorejo dan Tambak Wedi Surabaya, praktis baik senior dan junior pada saat itu sama-sama belajar, dengan peralatan andalan binocular motif doreng yang biasa disebut “rusia”. Evaluasi akhir diputuskan HimaProdiBITS akan mengirimkan 2 Tim delegasi (6 orang), Tim 1 terdiri atas Ucu Yanu Arbi (2000),Yanuar (2001), dan M.Syafiul hadi (2003); tim 2 Andi Novianto (2001),Setya Dewi Marini (2001), dan Agus Satriyono (2003). Menjelang detik-detik keberangkatan ada keinginan beberapa pengurus HIma untuk turut serta memberikan semangat, termasuk Kahima dan Bendahara Umum, dan tim dirombak

Tim 1     : Andi Novianto (2001), Setya Dewi Marini (2001), Agus Satriyono (2003)

Tim 2     : Ucu Yanu Arbi (2000), Amalia Indra Kusuma (2001), M.Syafiul Hadi (2003)

Tim 3     : Yanuar (2001), Triono Bagus S. (2001), dan Trigaya (2001)

Pada tanggal 5 Februari 2004 tim diberangkatang dari stasiun Gubeng menggunakan kereta api dan sampai di terminal Ubung tanggal 6 Februari 2004, sampai di Ubung dijemput panitia, dan sempat berkenalan dengan beberapa tim lain, semuanya mempunyai nama tim yang berkaitan dengan burung, tim HimaProdiBITS mulai berpikir soal nama dan akhirnya mengganti nama tim menjadi Pecuk HimaProdiBITS. Pecuk merupakan nama burung yang umum teramati saat latihan di Surabaya, selain itu juga identik dengan ITS Cuk yang begitu mendarah daging saat itu. Pecuk kemdian Kemudian Pecuk bermalam di base camp Kokokan dan mulai mengenal para pegiat pengamatan burung dari Jakarta hingga Denpasar. Memperhatikan apa yang dibicarakan tentang aktivitas dan peralatan pengamatan kawan lain, saat itu rasanya Pecuk benar-benar amatir, tapi saat itu bertekat untuk belajar jadi PD aja.

Lomba di mulai tanggal 7 februari di Taman Hutan Raya Ngurah Rai (Mangrove Information Center). Kegiatan kali ini yang pertama di ikuti Biologi ITS, dimana dalam lomba setiap tim peserta diminta untuk melakukan pengamatan burung dalam batasan wilayah dan waktu. Dimana dalam penilaian didsarkan atas jumlah jenis burung yang teramati dan disesuaikan dengan data yang dimiliki juri. Lokasi lomba memang tidak berbeda jauh dengan pertambakan Wonorejo, akan tetapi begitu sulit rasanya untuk mengenal jenis-jenis burung yang ada di sana, bahkan Raja-udang biru (Alcedo coerulescens) harus di amati berkali-kali padahal sudah pernah diamati. Di luar kegiatan lomba, Pecuk aktif melakukan diskusi dengan tim lain tentang aktivitas pengamatan burung (birdwatching), saat itu sama kawan-kawan dari Jogja yang sudah dengan intens melakukan pengamatan. Banyak hal menarik yang bisa didapat dari aktivitas yang belum berkembang di Biologi ITS ini. Lomba berlangsung selama tiga hari, penutupan dan pengumuman pemenang pada 9 Februari 2009. Saat pengumuman pemenang Pecuk begitu ramai untuk memeriahkan acara, karena dalam benak kami belum ada keyakinan akan dapat gelar apapun, bahkan saat di panggil menerima souvenir Pecuk juga sangat heboh. Akan tetapi sungguh diluar dugaan, saat pemberian gelar pertama yaitu sebagai “Pengamat Berpotensi”, pembawa acara menyebutkan nama Pecuk HimaProdiBITS II untuk maju menerima hadiah, sontak suasana ruangan begitu riuh. Pecuk begitu bersemangat dan berbahagia, dalam keikutsertaan yang pertama, merasa amatir dan dapat mengukir prestasi yang cukup gemilang.

Selesai penutupan, moment di Pulau Dewata tidak disia-siakan untuk berwisata juga. Dengan naik Angkot meluncur ke kawasan wisata Kuta dengan menginap di Penginapan. Dalam perjalanan proses diskusi dilakukan, melihat begitu berkembangnya aktivitas pengamatan burung, begitu banyak manfaat untuk perkembangan kemahasiswaan dan keilmuan, serta didongkrak dengan prestasi yang diperoleh, pecuk berencana membentuk atau mematangkan Kelompok birdwatching di Biologi ITS. Sesampai di Pantai Kuta, sore hari secara kebetulan juga terlihat sekelompok raptor yang terbang meninggi, sepertinya niat kami memang direstui. Kuta Bali inilah jadi saksi deklarasi kelompok pengamat burung “Pecuk” oleh 9 mahasiswa Biologi ITS.

Pecuk dideklarasikan tanggal 9 Februari 2004 di Pantai Kuta Bali

Deklarator           :

Ucu Yanu Arbi (2000), Triono Bagus S (2001), Andi Novianto (2001), Yanuar (2001), Setya Dewi Marini (2001), Amalia Indra Kusuma (2001), Trigaya (2001), M.Syafiul Hadi (2003), dan Agus Satriyono (2003). (by:satrio)

***Fase Fledgling***

Fase fledgling menjadi fase tidak menentu bagi Pecuk. Sepulang dari Bali begitu banyak ucapan selamat memang di layangkan ke Pecuk, tapi siapa Pecuk belum juga begitu jelas. Oleh karena itu Pecuk langsung melakukan kajian, apa yang diinginkan dengan terbentuknya Pecuk, bagaimana bentuknya, serta kepengurusannya. Ada beberapa option yang keluar, untuk bentuk Pecuk di jadikan departemen dalam Himpunan atau diajukan jadi UKM di tingkat Institut. Untuk menjadi Departemen tersendiri cukup sulit karena belum ada aktivitas yang jelas, kepengurusan hima juga sudah lebih separuh jalan. Untuk jadi UKM memang memingkinkan, akan tetapi akan sedikit bersinggungan dengan UKM Lingkungan yang sudah ada, selain itu akan cukup sulit dalam mempertahankan eksistensinya karena akan jauh dengan Keluarga Biologi ITS, alasan untuk menjadikan Pecuk sebagai “Unggulan dalam pencitraan HimaProdiBITS” juga tidak bisa disanggah agar Pecuk tetap dalam lingkungan HimaProdiBITS. Pecuk masih saja belum jelas wujudnya. Pembahasan dilanjutkan dengan merumuskan visi dan misi, akan tetapi belum juga menghasilkan sesuatu. Jadi Pecuk berjalan tanpa menentu.

Bulan maret 2004 kembali mendapat undangan mengikuti Lolongo’an Birdwatching Fun Race dari Biologi Universitas Indonesia di Bodogol Lereng Gunung Gede. Undangan ini kembali melecutkan semangat Pecuk untuk tetap aktif dalam birdwatching, dan kembali mengirimkan 3 tim,

Tim 1     : M.Syafiul Hadi (2003), Putur Resa (2003) dan Amalia Indra Kusuma (2001)

Tim 2     : Farid kamal (2003),Bambang Hermanto (2003), Agus satriyono (2003)

Tim 3     : Andi Novianto (2001), Nur Cahyono (2001), dan Yanuar (2001).

Dalam lomba ini diskusi dengan kelompok lain lebih intens, begitu banyak dukungan dating agar kami segera memperjelas kelompok dan mengagendakan kegiatan rutin, berbagai majalah,bulletin dan buku diperoleh dari kegiatan ini yang menjadi referensi bagi Pecuk.

Bermodal referensi yang diperoleh, beberapa anggota Pecuk mencoba merumuskan visi misi dan ditawarkan ke anggota yang lain, yaitu sebagai berikut:

Visi        :

Terciptanya masyarakat yang peduli terhadap pelestarian burung dan habitatnya di alam

Misi        :

  1. Mendorong kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam melestarikan burung yang ada di alam.
  2. Meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia dan mengembangkan jaringan dalam pelestarian burung di alam.
  3. Mendorong arah kebijakan agar mendukung pelestarian burung di alam.

Bulan Agustus 2004 kembali mendapatkan Undangan untuk mengikuti Indonesia Birdwatching Race III dari ProFauna di P-WEC Lereng Gunung Kawi. Dua personil baru turut mewarnai dalam event kali ini, yaitu Wily Kurnia (2001) dan Nurul Kusuma Dewi (2003). Selain mengikuti lomba, membangun jaringan dengan organisasi lain, meningkatkan jam terbang, Pecuk juga serius membicarakan masa depannya. Dibawah penginapan berupa bangunan panggung diskusi cukup serius (ala pecuk) dilakukan, dan menunjuk Agus Satriyono (2003) sebagai Koordinator Pecuk yang pertama.

Pembahasan posisi Pecuk kembali dilakukan, apalagi bulan Juli sudah dilakukan pergantian kepengurusan Hima. Dalam kepengurusan yang baru Pecuk masih belum mempunyai identitas yang jelas, akan tetapi berbagai kegiatan yang digagas Pecuk di laksanakan oleh Departemen Laga Cipta Prestasi Mahasiswa. Dimulai dengan bergabung dalam kegiatan kelompok pengamat lain di Surabaya seperti monitoring burung pantai di Wonorejo, kemudian tergabung dalam tim Monitoring Populasi Gelatik jawa (Padda oryzivora) di Gresik dan Lamongan selama satu tahun, kuliah tamu oleh Pramana Yuda Ph.D, Asian Water Bird Census di Kampus ITS dan Ujung Pangkah. Daftar jenis burung di Kampus ITS berdasarkan sensus yang dilakukan sekitar 54 spesies (Tahun 2004). Sejauh itu Pecuk belum mempunyai keanggotaan jelas, tergantung bagaimana memobilisasi mahasiswa biologi ITS untuk ikut aktif dalam kegiatan burung, hasilnya cukup bagus dengan kegiatan Asian Water Bird Census yang diikuti lebih dari 20 orang, akan tetapi yang benar-benar rutin berperan aktif dalam satu tahun itu hanya beberapa saja, mungkin Cuma 2 orang, Koordinator dan Piul. Namun, Pecuk harus tetap tumbuh bulu-bulunya….

Juli 2005, pemilihan Ketus HimaProdiBITS, Koordinator Pecuk terpilih sebagai Ketua Himpunan setelah berkompetisi dengan serdadu pecuk yang lain M.Syafiul Hadi. Dengan kewenangan yang dimiliki, akhirnya pecuk mempuyai status yang jelas di dalam HimaProdiBITS sebagai sebuah Divisi di bawah Departemen Pengembangan Akademik, Keprofesian, Riset dan Teknologi. Muhammad Syafiul Hadi sebagai Kepala Divisi dengan Meta Jian (2004) sebagai sekretaris.  Bulu Pecuk mulai lengkap dan siap terbang melewati fase Fledgling. (by:satrio)